Friday, October 26, 2012

Gak Kerasa Idul Adha


Ini bukan ungkapan wah terhadap kecepatan waktu yang gak kerasa, tapi sumpah beneran gak kerasa kaya idul adha. Suasananya kayak hari biasa gitu, yah bedanya orang pada libur. Dan itu bikin anak kos susah cari makan. Beruntung warteg deket kos masih peduli dengan keberadaan anak kos yang jauh dari orang tua dan belum bisa masak sendiri.

Seharian, aku habiskan dengan main game, dasar maniak, kalau udah nonton film perang-perang bawaannya pengen main gamenya langsung. Sebenarnya tak ada yang terlalu menarik hari ini untuk aku ceritakan pada mu. Hanya beberapa bau harum orang-orang yang sedang memasak daging.

Mungkin karena bertepatan dengan hari jum'at jadinya kambing-kambing dan sai-sapi beberapa tak di potong hari ini, dan kebanyakn akan di potong hari sabtu dan minggu. Hanya saja yang menjadi jelas adalah aku tak merasakan idul adha seperti aku merasakannya dirumah.

Kau tahu rasanya begitu membosankan saat dirimu menjadi pemalas yang sangat hebat. Hidup seorang pemalas hanya berjarak 5 meter dari ujung hidupnya ke ujung hidupnya yang lain. Saking sempitnya hidup seorang pemalas bahkan dia tidak bisa menggemakan suaranya.

Di setiap hariku ada si cantik yang selalu mengajak tidur bersama menjadi prolog untuk mimpi-mimpi indah. Kau tahu , dia manis sekali, dengan suara manisnya seperti angin yang berhembus di marina. Malam ini kami menceritakan berbagaihal, tentang sehari-hari, mulai dari hal tak penting hingga yang menentukan hubungan kami. Yah, ceritakan bersama tentang hidup dan betapa pendeknya itu. 

No comments: