Saturday, February 21, 2015

Sepucuk Surat untuk Aku Dimasa Depan

www.futureme.org


 Pernahkah Anda mendengar tentang seseorang yang mengirimkan surat untuk dirinya sendiri dimasa depan. Surat yang ditulis secara pribadi oleh tangannya sendiri dan diterima pada suatu saat nanti untuk dirinya sendiri. Seperti berkirim surat dengen seseorang di suatu tempat yang jauh, berkomunikasi dengan masa depan.

Ini tentang cerita filosofi hidup yang cukup dalam namun ada dalam bentuk sederhana. Hidup berlalu, lambat atau cepat masing-masing individu yang merasakannya. Saya dan Anda mungkin tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dimasa depan, banyak pula orang yang berusaha mencari cara agar tahu tentang masa depan.

Lalu bagaimana dengan masa lalu? Dia akan terlewati dan sulit untuk terulang. Masalalu akan jadi sebuah riwayat, dan hanya ada kalimat bahwa "saya pernah melewatkannya hingga akhirnya menyesal". Waktu, bagai sebuah lintasan dua ujung, Awal dan Akhir, Mulai dan Berhenti. Apa yang telah dilakukan bisa diulangi, namun sudah berbeda waktu.

 ________________________

Ada kejadian yang mengharukan dari seorang anak bernama Taylor Smith (12 tahun) meninggal pada tanggal 5 Januari 2014 karena penyakit pneumonia. Kepergiannya tidak hanya saja meninggalkan duka mendalam untuk keluarga dan teman-temannya, tetapi juga memberikan kenangan manis dan selamanya akan dikenang. Fakta mengejutkan bahwa sebelum meninggal, Taylor sempat menulis sebuah surat yang ditujukan untuk dirinya sendiri.

"Dear Taylor,
Bagaimana perjalanan hidupmu akhir-akhir ini?
Hidup memang jauh lebih sederhana 10 tahun yang lalu. Aku tahu, pesan ini mungkin terlambat kamu baca, namun aku telah menyiapkannya jauh-jauh hari..."

Taylor sengaja membuat surat yang ditujukan untuk dirinya sendiri nanti ketika sudah dewasa, tepatnya ketika sudah mencapai usia 22 tahun. Di dalam surat itu juga tertulis, "untuk dibaca Taylor Smith pada 13 April 2023". Kedua orang tua yang menemukan surat itu pun merasa sangat terharu sekaligus tak menyangka bahwa putrinya bisa bersikap sangat dewasa menghadapi kondisinya saat itu.

Bisa saja kita membuat sebuah surat untuk diri kita sendiri dalam secarik kertas dan disimpan disuatu tempat tersembunyi, tapi Anda tidak bisa menjamin bahwa surat itu bisa Anda terima satu hari nanti. Bisa juga Anda menggunakan jasa pos untuk menyimpankan surat Anda dan mengirimkannya saat waktunya tiba.

Sebuah Website dikembangkan untuk dapat mengirimkan surat pada suatu hari ini, untuk diri kita sendiri. Surat elektronik alias email kita buat tahun ini dan kita terima di masa depan. entah siapa yang membuat tetapi terimakasih untuk idenya. Bahkan ada kisah sedih yang juga lekat dengan website ini.

Esther Earl (16 tahun) sudah meninggal lebih dari satu tahun yang lalu. Namun, suatu hari orang tua Esther dikejutkan dengan datangnya sepucuk surat yang ditulis oleh Esther sendiri. Bagaimana bisa surat itu sampai diterima kedua orang tua Esther padahal Esther sudah meninggal jauh sebelumnya?

"ingatkah bagaimana kamu selalu ingin melakukan sesuatu untuk dunia? ingat, kan? jika kamu belum melakukan sesuatu yang luar biasa, jangan lupa untuk berusaha..."

Kutipan di atas adalah kutipan yang terdapat dalam surat yang diterima orang tua Esther setelah Esther meninggal karena kanker. Rupanya surat itu dikirim setelah Esther menuliskan surat untuk dirinya sendiri di masa depan melalui futureme.org. Esther yang saat itu berusia 14 tahun membuat sebuah surat untuk dikirimkan ke dirinya 3 tahun mendatang, yaitu saat berusia 17 tahun. Hanya saja, sayangnya ia menghembuskan nafas terakhirnya di usia 16 tahun, dan surat itu pun diterima oleh orang tuanya.

No comments: