Tuesday, October 9, 2012

G.I. Joe: The Rise of Cobra & Teknologi Komunikasi Militer

G.I. Joe sebuah film yang terinspirasi dari frenchise mainan anak-anak G.I. Joe: A Real American Hero di tahun 1982-1994 mainan plastik produksi Hasbro yang juga membuahkan Transformers. G.I. Joe sebenranya adalah nama sebuah tim elit militer  yang terdiri dari beberapa pasukan dari berbagai divisi militer bahkan rekrutan dari berbegai keahlian masyarakat. Dan pasukan militer ini dengan keahlian di bidang masing-masing memungkinkan untuk bergerak diberbagai misi.

G.I. Joe memiliki banyak sekali karakter-karakter dengan asal usul yang singkat dan pada akhirnya tergabung dalam G.I Joe. Mulai dari tentara lapangan (USMC NATO), pilot (Combat Pilot NATO), penyamar (Intelejen), Ahli Komputer (USAF Combat Oprator) dengan kaca mata sebelah berteknologi cyber, Tentara bersenjata berat (Gunner) sampai yang paling keren & cool dan terfavorit, yaitu seorang ninja bule berkostum kulit hitam Snake Eyes (Ray Park—aktor yang memerankan Darth Maul dan X-Men’s Toad) yang sedang menjalani vow of silence karena sumpahnya saat di perguruan atas saksinya melihat gurunya di bunuh oleh temannya seperguruan yang nantinya akan menjadi lawan. Dan misi dari G.I.Joe dalam film ini adalah organisasi antagonis berjuluk Cobra yang juga memiliki satu ninja, Storm Shadow (Byung Hun-Lee) yang menjadi lawan tarung akrobat Snake Eyes.

Sub-title film ini adalah The Rise of Cobra yang artinya organisasi Cobra baru akan terbentuk dalam seri ini dan akan berlanjut ke seri berikutnya, dimana cerita di akhirnya presiden Amerika seolah di culik dan di hilngkan diganti oleh seseorang yang dibuat mirip oleh teknologi M.A.R.S. Destro dan Cobra Commander masih belum muncul dalam wujud akhirnya atau kasarnya (organisasi Cobra masih Abstrak di film ini), akan ada sekuelnya dimasa mendatang. Untuk seri pertama, diceritakan satu senjata rahasia ultramega berkekuuatan besar berbahaya yang bisa memberikan efek kehancur yang luar biasa bernama nanomite (sebuah senjata tekno biologis buatan M.A.R.S.) yang sedang jatuh ke orang salah, seorang desainer weapon berlogat bicara Skotlandia, James McCullen (Christopher Eccleston).

Melanjutkan list karakter pemain dalam film ini serta plot filmnya, leader G.I. Joe, Jendral Hawk (Dennis Quaid), merekrut dua anggota baru dari sebuah insiden M.A.R.S, seorang tentara lapangan (USMC), Duke (Channing Tatum) dan ahli penerbang (Pilot Combat) Ripcord (Marlon Wayans). Bersama dengan Snake Eyes dan seorang senior G.I. Joe, sosok negro stereotype, ganas dan angker dan besar ahli senjata berat (Gunner Military) Heavy Duty (Adewale Akinnuoye-Agbaje), hacker Breaker USAF Combat Oprator (Said Taghmaoui) dan wanita petarung Scarlett (Rachel Nichols), mereka bersama-sama mencegah empat  misil nanomite yang akan menghancurkan objek target mulai dari New York, Beijing, Paris & Moskow.

Seorang karakter antagonis sentral yang menjadi pusat alur cerita yang emosional, wanita tangguh yang memiliki kisah romantis bersama Duke, The Baroness (Sienna Miller), adalah lawan catfight Scarlett dari The Joes (panggilan dari pasukan G.I.Joe). Selain itu ada juga aktor muda yang sedang naik daun, Joseph Gordon-Levitt berperan sebagai ilmuwan bertopeng The Doctor yang menjadi Cobra Commander dalam film berikutnya. Ada dua cameo dari film yang membesarkan Sommers, The Mummy dan bermain dalam film ini, yaitu Brendan Fraser sebagai Sergeant Stone dari The Joes training center dan Arnold Vosloo sebagai ahli kamuflase di Cobra, Zartan.

Teknologi di film ini tercatat sangat canggih. Bahkan lebih canggih dari mobil berubah jadi robot yang bisa salto. Ada kostum metalik anti ledakan yang bisa bergerak sesuai pemikiran si pemakai, markas di daerah kutub dan di bawah tanah gurun Mesir, dan pesawat yang bisa mengidentifikasi perintah berbahasa (deteksi suara pilot) disebut Celtic. Salah satu bagian killer scene G.I Joe mempertontonkan penghancuran  satu dari sekian keajaiban dunia, Menara Eiffel di Paris dengan senjata nanomite.




 
 



Walaupun dalam adegannya banyak menggunakan aksi laga ditambah efek-efek memukau tapi Anda tidak akan melihat darah-darah berceceran di film ini. Film ini memang pada awalnya di project untuk anak-anak usia belasan tahun yang menggemari mainan G.I.Joe.
Namun ada beberapa kelemahan dalam film besutan Stephen Sommers yang membuat beberapa orang dewasa yang menontonnya merasa bosan. Aksi, Ledakan, dan pertarungan hampir ada di semua bagian dalam durasi 2 jam sepertinya selalu ada di berbagai film. Dan moment penghancuran atau memunculkan salah satu dari keajaiban dunia dalam film ini seperti selalu ada dalam film action berteknologi tinggi dan itu membuat asumsi kesamaan dalam film-film ini. Mulai dari menara Eiffel di Paris yang ada di film ini lain dalam film Transfomers: Revenge of the Fallen, ada robot yang memanjat dan merusak piramida di Mesir.
Mari kita mulai ceritakan tentang Teknologi cyber apa saja yang digunakan dan muncul dalam film ini. Di bagian pertama sebuah layar besar dalam presentasi Nanomite di Kantor Nato Weapon Command. Dulu seseorang yang ingin mempresentasikan sesuatu hanya menggunakan ilustrasi, setelah ada kertas maka ada gambar dan berbagai hal yang dapat di tulis, kemudian muncul berbagai versi layar komputer hingga saat ini banyak layar tipis yang kita kenal sebagai LCD atau LED.


Beberapa menit setelahnya film ini menunjukan sebuah teknologi nanomite dalam bentuk rudal balistik dan di kendalikan oleh remote control jarak jauh. Radio Komunikasi antar pasukan NATO yang mengawal senjata Nanomite yang sering kita kenal dengan Handy Talky Radio. Di menit ke 11 ada sebuah senjata dilengkapi dengan kamera perekam yang dapat direview untuk menentukan posisi target tembak. Setelah pertarungan pertama antara pasukan penjaga NATO (Duke & Ripcord) yang akhirnya di tolong oleh pasukan G.I Joe Senior, hacker Breaker Said Taghmaoui menancapkan alat pemancar hologram yang berfungsi untuk komunikasi hologram antara jendral Hawk di markas G.I Joe dan Duke di TKP. Alat Komunikasi Hologram itu dapat memunculkan sosok jendral Hawk dalam bentuk visual hologram 3D dan berbicara langsung dengan Duke.


Saat film ini menunjukan Markas G.I.Joe ada beberapa hal menarik, sebuah Security Detectore yang hanya memungkinkan orang-orang yang memiliki akses G.I. Joe yang bisa masuk. Control Room dan Hologram Globe. Dalam Film ini Hologram menjadi bagian yang paling sering muncul sebagai kemegahan teknologi, mulai dari alat komunikasi, pemindai, analisis lokasi dan yang lainnya, ini merupakan sebuah fantasi yang mungkin saat ini teknologi tersebut sedang di kembangkan. Ada Pemindai Retina & Elektronik Document sebagai legal akses yang saat ini telah digunakan di berbagai perusahaan besar.

Beberapa teknologi diatas memungkinkan untuk mempermudah kerja komunikasi dalam dunia militer dan sebagian telah digunakan oleh militer negara-negara besar seperti Mobile Computer yang terpasang secara lengkap dalam sebuah mobil atau kendaraan lainnnya. LCD, LED dan teknologi Touch Screen kini telah akrab digunakan oleh masyarakat dunia.




No comments: