G.I. Joe sebuah film yang terinspirasi
dari frenchise mainan anak-anak G.I. Joe: A Real American Hero di tahun
1982-1994 mainan plastik produksi Hasbro yang juga membuahkan
Transformers. G.I. Joe sebenranya adalah nama sebuah tim elit militer yang terdiri dari beberapa pasukan dari
berbagai divisi militer bahkan rekrutan dari berbegai keahlian masyarakat. Dan
pasukan militer ini dengan keahlian di bidang masing-masing memungkinkan untuk
bergerak diberbagai misi.
G.I. Joe memiliki banyak sekali
karakter-karakter dengan asal usul yang singkat dan pada akhirnya tergabung
dalam G.I Joe. Mulai dari tentara lapangan (USMC NATO), pilot (Combat Pilot NATO),
penyamar (Intelejen), Ahli Komputer (USAF Combat Oprator) dengan kaca mata
sebelah berteknologi cyber, Tentara bersenjata berat (Gunner) sampai yang
paling keren & cool dan terfavorit, yaitu seorang ninja bule
berkostum kulit hitam Snake Eyes (Ray Park—aktor yang memerankan Darth Maul dan
X-Men’s Toad) yang sedang menjalani vow of silence karena sumpahnya saat di
perguruan atas saksinya melihat gurunya di bunuh oleh temannya seperguruan yang
nantinya akan menjadi lawan. Dan misi dari G.I.Joe dalam film ini adalah organisasi
antagonis berjuluk Cobra yang juga memiliki satu ninja, Storm Shadow (Byung
Hun-Lee) yang menjadi lawan tarung akrobat Snake Eyes.
Sub-title film ini adalah The Rise of
Cobra yang artinya organisasi Cobra baru akan terbentuk dalam seri ini dan akan
berlanjut ke seri berikutnya, dimana cerita di akhirnya presiden Amerika seolah
di culik dan di hilngkan diganti oleh seseorang yang dibuat mirip oleh
teknologi M.A.R.S. Destro dan Cobra Commander masih belum muncul dalam wujud
akhirnya atau kasarnya (organisasi Cobra masih Abstrak di film ini), akan ada
sekuelnya dimasa mendatang. Untuk seri pertama, diceritakan satu senjata
rahasia ultramega berkekuuatan besar berbahaya yang bisa memberikan efek
kehancur yang luar biasa bernama nanomite (sebuah senjata tekno biologis
buatan M.A.R.S.) yang sedang jatuh ke orang salah, seorang desainer weapon
berlogat bicara Skotlandia, James McCullen (Christopher Eccleston).
Melanjutkan list karakter pemain dalam
film ini serta plot filmnya, leader G.I. Joe, Jendral Hawk (Dennis Quaid),
merekrut dua anggota baru dari sebuah insiden M.A.R.S, seorang tentara lapangan
(USMC), Duke (Channing Tatum) dan ahli penerbang (Pilot Combat) Ripcord (Marlon
Wayans). Bersama dengan Snake Eyes dan seorang senior G.I. Joe, sosok negro
stereotype, ganas dan angker dan besar ahli senjata berat (Gunner Military)
Heavy Duty (Adewale Akinnuoye-Agbaje), hacker Breaker USAF Combat Oprator (Said
Taghmaoui) dan wanita petarung Scarlett (Rachel Nichols), mereka bersama-sama
mencegah empat misil nanomite yang akan menghancurkan
objek target mulai dari New York, Beijing, Paris & Moskow.
Seorang karakter antagonis sentral yang
menjadi pusat alur cerita yang emosional, wanita tangguh yang memiliki kisah
romantis bersama Duke, The Baroness (Sienna Miller), adalah lawan catfight
Scarlett dari The Joes (panggilan dari pasukan G.I.Joe). Selain itu ada juga aktor
muda yang sedang naik daun, Joseph Gordon-Levitt berperan sebagai ilmuwan
bertopeng The Doctor yang menjadi Cobra Commander dalam film berikutnya. Ada dua
cameo dari film yang membesarkan Sommers, The Mummy dan bermain dalam film ini,
yaitu Brendan Fraser sebagai Sergeant Stone dari The Joes training center dan
Arnold Vosloo sebagai ahli kamuflase di Cobra, Zartan.
Teknologi di film ini tercatat sangat
canggih. Bahkan lebih canggih dari mobil berubah jadi robot yang bisa salto.
Ada kostum metalik anti ledakan yang bisa bergerak sesuai pemikiran si pemakai,
markas di daerah kutub dan di bawah tanah gurun Mesir, dan pesawat yang bisa
mengidentifikasi perintah berbahasa (deteksi suara pilot) disebut Celtic. Salah
satu bagian killer scene G.I Joe mempertontonkan penghancuran satu dari sekian keajaiban dunia, Menara
Eiffel di Paris dengan senjata nanomite.








Walaupun dalam adegannya banyak menggunakan
aksi laga ditambah efek-efek memukau tapi Anda tidak akan melihat darah-darah
berceceran di film ini. Film ini memang pada awalnya di project untuk anak-anak
usia belasan tahun yang menggemari mainan G.I.Joe.
Namun ada beberapa kelemahan dalam film
besutan Stephen Sommers yang membuat beberapa orang dewasa yang menontonnya
merasa bosan. Aksi, Ledakan, dan pertarungan hampir ada di semua bagian dalam
durasi 2 jam sepertinya selalu ada di berbagai film. Dan moment penghancuran
atau memunculkan salah satu dari keajaiban dunia dalam film ini seperti selalu
ada dalam film action berteknologi tinggi dan itu membuat asumsi kesamaan dalam
film-film ini. Mulai dari menara Eiffel di Paris yang ada di film ini lain dalam
film Transfomers: Revenge of the Fallen, ada robot yang memanjat dan merusak
piramida di Mesir.
Mari kita mulai ceritakan tentang
Teknologi cyber apa saja yang digunakan dan muncul dalam film ini. Di bagian
pertama sebuah layar besar dalam presentasi Nanomite di Kantor Nato Weapon
Command. Dulu seseorang yang ingin mempresentasikan sesuatu hanya menggunakan
ilustrasi, setelah ada kertas maka ada gambar dan berbagai hal yang dapat di
tulis, kemudian muncul berbagai versi layar komputer hingga saat ini banyak
layar tipis yang kita kenal sebagai LCD atau LED.
Beberapa menit setelahnya film ini
menunjukan sebuah teknologi nanomite dalam bentuk rudal balistik dan di
kendalikan oleh remote control jarak jauh. Radio Komunikasi antar
pasukan NATO yang mengawal senjata Nanomite yang sering kita kenal dengan Handy
Talky Radio. Di menit ke 11 ada sebuah senjata dilengkapi dengan kamera
perekam yang dapat direview untuk menentukan posisi target tembak. Setelah
pertarungan pertama antara pasukan penjaga NATO (Duke & Ripcord) yang
akhirnya di tolong oleh pasukan G.I Joe Senior, hacker Breaker Said Taghmaoui
menancapkan alat pemancar hologram yang berfungsi untuk komunikasi hologram
antara jendral Hawk di markas G.I Joe dan Duke di TKP. Alat Komunikasi Hologram
itu dapat memunculkan sosok jendral Hawk dalam bentuk visual hologram 3D dan berbicara
langsung dengan Duke.
Saat film ini menunjukan Markas G.I.Joe
ada beberapa hal menarik, sebuah Security Detectore yang hanya
memungkinkan orang-orang yang memiliki akses G.I. Joe yang bisa masuk. Control
Room dan Hologram Globe. Dalam Film ini Hologram menjadi bagian yang
paling sering muncul sebagai kemegahan teknologi, mulai dari alat komunikasi,
pemindai, analisis lokasi dan yang lainnya, ini merupakan sebuah fantasi yang
mungkin saat ini teknologi tersebut sedang di kembangkan. Ada Pemindai
Retina & Elektronik Document sebagai legal akses yang saat ini
telah digunakan di berbagai perusahaan besar.
Beberapa teknologi diatas memungkinkan
untuk mempermudah kerja komunikasi dalam dunia militer dan sebagian telah
digunakan oleh militer negara-negara besar seperti Mobile Computer yang
terpasang secara lengkap dalam sebuah mobil atau kendaraan lainnnya. LCD,
LED dan teknologi Touch Screen kini telah akrab digunakan oleh
masyarakat dunia.

No comments:
Post a Comment