Saturday, October 27, 2012

Kosong Yang Kemudian Berisi


Sesuatu yang asalnya tidak ada, akan menjadi ada untuk selanjutnya kembali pada ketiadaan. Kata-kata bijak yang menghantarkan kita pada betapa pendeknya hidup, dan betapa penting menghargainya dengan harga yang pantas. Masih ingat dalam kepalaku malam kemarin aku berpikir tentang hidup, tentang bagaimana caranya Tuhan mengatur semua ini, dan tentang bagaimana aku bisa mengumpulkan semua data tentang kehidupanku sejak aku diberikan akal untuk berpikir.

Pagi ini semua masih menjadi rencana besar, kau tahu konsep yang dilanggar akan menimbulkan akibat?! Dan itulah yang terjadi padaku pagi ini. Terlambat bangun, mungkin beberapa waktu ini, telat bangun sudah menjadi rutinitas. Akibat telat bangun, rencana-rencana yang telah disusun, agaknya menjadi berantakan. Pikiran masih kosong, ruh belum sepenuhnya utuh dalam jasad pemalas ini. Jam sudah menunjukan pukul 7 lebih, dan itu merupakan hal biasa beberapa bulan itu, benar - benar sangat mengganggu.

Secara jadwal resmi hari ini ada tiga kuliah secara beruntun, dan ada tugas pula yang semalam hampir aku selesaikan. Ternyata setelah sampai di kelas, kosong tiada satu orang pun bersuara. Di loby hanya ada pak Sigit, yang sedang rapihkan absen. Dan di kampus, aku hanya melihat satu kelas yang sedang melakukan pembelajaran. Dan akhirnya hanya ada kata pulang dan sarapan yang ada di pikiran ku. Seharian jadi di kos saja, merapihkan apa yang bisa dirapihkan dan memainkan apa yang bisa dimainkan. Hari ini handphone ku penuh dengan sms yang bertanya soal kuliah atau tidak, padahal aku bukan call box atau juga information center seperti di mall-mall.

Sore hari aku baru keluar lagi untuk bekerja dan hari ini cukup menyenangkan karena, siaran ku tak begitu sama dengan kemarin, yah ada sedikit beda lah, karena press rilis artis baru yang punya lagu baru ternyata lengkap saat ku putar lagunya. Jika press rilis ada aku juga jadi tidak bingung untuk membicarakan penyanyi baru atau juga lagu baru dari sebuah band. Internet? Yah terkadang tak banyak band yang mau membagi cerita lagu terbarunya lewar web atau blog, bahkan tak banyak yang memilikinya.

Cerita besarnya adalah hari yang kosong dan menjadi sangat berisi saat malam tiba, saat panggilan keluar menuju nomor kekasih ku. Walaupun awalnya begitu menyebalkan karena dia menyambutku dengan lemas, seperti kelelahan, atau malas. Ditambah lagi dia selalu sibuk dengan smsnya bersama teman di tempat kerjanya. Mengapa harus pas waktu aku telp dia baru sms-an dengan temannya, kenapa tidak di bereskan sebelumnya dan kenapa begitu panjang, tapi tak pernah di ceritakan padaku. Aku hanya mendengar suara ketikannya saja, dan itu membuat dia fokus pada sms, bukan padaku yang menelpon dia. Perbandingan yang aku tidak suka darinya adalah, kenapa saat membaca sms dia tertawa dan kenapa saat mendengarkan ku, tiba tiba tawa itu tak ada lagi, hanya suara malas yang terdengar. Tentunya dengan berbagai alasan dia katakan, karena dia lelah setelah bermain bersama teman-temannya, yah aku juga ingin menjawab, aku juga lelah dengan keadaan ini.

Hampir satu jam aku kesal dengan sikapnya yang seperti tak menghargai aku ada, mungkin soudtrack yang pas waktu itu adalah UNGU-KAU ANGGAP APA sayang aku lupa menyimpan filenya dimana. Tapi kemudian aku berpikir, tak ada gunanya aku kesal, karena aku bukan orang yang seperti itu, bukan orang yang ingin memperkeruh suasana. Seperti biasa aku bersikap soalah tidak kesal dan hanya membanting semuanya pada sebuah candaan yang berharap agar dia tertawa dan akhirnya berhasil. Sebuah candaan tentang bulan dan gatot kaca yang membuang kulit pisang sembarangan.

Hanya ingin memberitahu, kalau hari ini adalah taggal 27 oktober 2012 satu hari sebelum menuju 28 oktober. Tanggal 28 Oktober adalah tanggal dimana Aku dan kekasihku Rika, menyatakan untuk saling memberi cinta kasih sayang, tepat di tahun 2009 lalu. Jika dihitung, hubungan kami sudah mencapai tiga tahun, usia yang cukup panjang untuk saling mengenal sebelum akhirnya menuju pelaminan. Sayangnya aku masih belum menyelesaikan study ku di jogja, aku masih punya waktu 2 tahun lagi sebelum semua selesai. Jadi besok hari minggu dan itu adalah 3th Anniversary hubungan Aku dan Rika.

Malam ini, kami (aku dan Rika) saling mengingatkan tentang hari dimana pertama kami saling mengenal. Mengingatkan tentang bagaimana aku menyatakan cinta dan dengan malu dia menjawab "ya, aku mau". Dan malam ini kami menangis, saat mengingat situasi dan bagaiamana kita menghadapi tantangan hubungan kami kedepannya. Aku benar-benar ingin menikahinya, hanya tinggal waktu, yah tinggal waktu. Malam ini kami saling menyatakan cinta, kasih, dan sayang.

Dan kamu tahu, rasanya begitu dalam saat semua tercurah bersama, mengungkap rasa, ditengah malam yang romantis sebelum hari jadi kami. Kami pernah menghadapi kesulitan hubungan, terutama saat aku pergi utuk kuliah di Jogja, berbagi cobaan selalu menantang kami untuk menunjukan kekuatan cinta kami. Bahkan kami pernah berusaha mengakhiri hubungan, karena aku tak tega dengannya yang harus menunggu lama, tapi semua berakhir sia-sia, karena cinta kami kembali hadir dan menghangatkan suasana.

Dua tahun sudah kami menjalin hubungan dengan hanya bermodalkan jaringan telp, sms, dan jejaring sosial. Hal yang sangat tidak mungkin jika orang membayangkan itu. Namun kami benar-benar melakukannya. Dan kini tepat malam ini kami membayangkan apa yang akan terjadi besok dan besok lagi, seperti meramalamkan apa yang akan terjadi untuk masa depan cinta kami. Aku semakin banyak pekerjaan, Rika pun masih sibuk dengan pekerjaannya. Berbagai tekanan akan kami rasakan, mulai dari dalam diri kami sendiri, perasaan bosan, jenuh, rindu yang tak terbalas dan semua rasa yang tak bisa terungkap. Tekanan dari luar, orang-orang, lingkungan dan semua hal yang bisa mempengaruhi hubungan kami. Andai aku bisa menikahinya sekarang juga. Tapi aku yakin, Tuhan punya kejutan yang manis untuk kami berdua.

"sabar sayang, tinggal 2 tahun lagi...." dan akhirnya kami pun tidur bersama dalam pelukan hangat yang memanjakan. Selamat malam sayang, Ku pertaruhkan semua ragaku demi dirimu cinta, biarkan ku menggapaimu, memelukmu memanjakan mu, tidurlah kau di pelukku-dipulukku di pelukku. Hingga kau mimpikan aku, mimpikan kita, mimpikan kita.

No comments: