Sesuatu yang asalnya
tidak ada, akan menjadi ada untuk selanjutnya kembali pada ketiadaan. Kata-kata
bijak yang menghantarkan kita pada betapa pendeknya hidup, dan betapa penting
menghargainya dengan harga yang pantas. Masih ingat dalam kepalaku malam kemarin
aku berpikir tentang hidup, tentang bagaimana caranya Tuhan mengatur semua ini,
dan tentang bagaimana aku bisa mengumpulkan semua data tentang kehidupanku
sejak aku diberikan akal untuk berpikir.
Pagi ini semua masih
menjadi rencana besar, kau tahu konsep yang dilanggar akan menimbulkan akibat?!
Dan itulah yang terjadi padaku pagi ini. Terlambat bangun, mungkin beberapa
waktu ini, telat bangun sudah menjadi rutinitas. Akibat telat bangun, rencana-rencana
yang telah disusun, agaknya menjadi berantakan. Pikiran masih kosong, ruh belum
sepenuhnya utuh dalam jasad pemalas ini. Jam sudah menunjukan pukul 7 lebih,
dan itu merupakan hal biasa beberapa bulan itu, benar - benar sangat
mengganggu.
Secara jadwal resmi
hari ini ada tiga kuliah secara beruntun, dan ada tugas pula yang semalam
hampir aku selesaikan. Ternyata setelah sampai di kelas, kosong tiada satu
orang pun bersuara. Di loby hanya ada pak Sigit, yang sedang rapihkan absen.
Dan di kampus, aku hanya melihat satu kelas yang sedang melakukan pembelajaran.
Dan akhirnya hanya ada kata pulang dan sarapan yang ada di pikiran ku. Seharian
jadi di kos saja, merapihkan apa yang bisa dirapihkan dan memainkan apa yang
bisa dimainkan. Hari ini handphone ku penuh dengan sms yang bertanya soal
kuliah atau tidak, padahal aku bukan call box atau juga information center
seperti di mall-mall.
Sore hari aku baru
keluar lagi untuk bekerja dan hari ini cukup menyenangkan karena, siaran ku tak
begitu sama dengan kemarin, yah ada sedikit beda lah, karena press rilis artis
baru yang punya lagu baru ternyata lengkap saat ku putar lagunya. Jika press
rilis ada aku juga jadi tidak bingung untuk membicarakan penyanyi baru atau
juga lagu baru dari sebuah band. Internet? Yah terkadang tak banyak band yang
mau membagi cerita lagu terbarunya lewar web atau blog, bahkan tak banyak yang
memilikinya.
Cerita besarnya
adalah hari yang kosong dan menjadi sangat berisi saat malam tiba, saat
panggilan keluar menuju nomor kekasih ku. Walaupun awalnya begitu menyebalkan
karena dia menyambutku dengan lemas, seperti kelelahan, atau malas. Ditambah
lagi dia selalu sibuk dengan smsnya bersama teman di tempat kerjanya. Mengapa
harus pas waktu aku telp dia baru sms-an dengan temannya, kenapa tidak di
bereskan sebelumnya dan kenapa begitu panjang, tapi tak pernah di ceritakan
padaku. Aku hanya mendengar suara ketikannya saja, dan itu membuat dia fokus
pada sms, bukan padaku yang menelpon dia. Perbandingan yang aku tidak suka
darinya adalah, kenapa saat membaca sms dia tertawa dan kenapa saat
mendengarkan ku, tiba tiba tawa itu tak ada lagi, hanya suara malas yang
terdengar. Tentunya dengan berbagai alasan dia katakan, karena dia lelah
setelah bermain bersama teman-temannya, yah aku juga ingin menjawab, aku juga
lelah dengan keadaan ini.
Hampir satu jam aku
kesal dengan sikapnya yang seperti tak menghargai aku ada, mungkin soudtrack
yang pas waktu itu adalah UNGU-KAU ANGGAP APA sayang aku lupa menyimpan filenya
dimana. Tapi kemudian aku berpikir, tak ada gunanya aku kesal, karena aku bukan
orang yang seperti itu, bukan orang yang ingin memperkeruh suasana. Seperti
biasa aku bersikap soalah tidak kesal dan hanya membanting semuanya pada sebuah
candaan yang berharap agar dia tertawa dan akhirnya berhasil. Sebuah candaan
tentang bulan dan gatot kaca yang membuang kulit pisang sembarangan.
Hanya ingin
memberitahu, kalau hari ini adalah taggal 27 oktober 2012 satu hari sebelum
menuju 28 oktober. Tanggal 28 Oktober adalah tanggal dimana Aku dan kekasihku
Rika, menyatakan untuk saling memberi cinta kasih sayang, tepat di tahun 2009
lalu. Jika dihitung, hubungan kami sudah mencapai tiga tahun, usia yang cukup
panjang untuk saling mengenal sebelum akhirnya menuju pelaminan. Sayangnya aku
masih belum menyelesaikan study ku di jogja, aku masih punya waktu 2 tahun lagi
sebelum semua selesai. Jadi besok hari minggu dan itu adalah 3th Anniversary
hubungan Aku dan Rika.
Malam ini, kami (aku
dan Rika) saling mengingatkan tentang hari dimana pertama kami saling mengenal.
Mengingatkan tentang bagaimana aku menyatakan cinta dan dengan malu dia
menjawab "ya, aku mau". Dan malam ini kami menangis, saat mengingat
situasi dan bagaiamana kita menghadapi tantangan hubungan kami kedepannya. Aku
benar-benar ingin menikahinya, hanya tinggal waktu, yah tinggal waktu. Malam
ini kami saling menyatakan cinta, kasih, dan sayang.
Dan kamu tahu,
rasanya begitu dalam saat semua tercurah bersama, mengungkap rasa, ditengah
malam yang romantis sebelum hari jadi kami. Kami pernah menghadapi kesulitan
hubungan, terutama saat aku pergi utuk kuliah di Jogja, berbagi cobaan selalu
menantang kami untuk menunjukan kekuatan cinta kami. Bahkan kami pernah
berusaha mengakhiri hubungan, karena aku tak tega dengannya yang harus menunggu
lama, tapi semua berakhir sia-sia, karena cinta kami kembali hadir dan
menghangatkan suasana.
Dua tahun sudah kami
menjalin hubungan dengan hanya bermodalkan jaringan telp, sms, dan jejaring
sosial. Hal yang sangat tidak mungkin jika orang membayangkan itu. Namun kami
benar-benar melakukannya. Dan kini tepat malam ini kami membayangkan apa yang akan
terjadi besok dan besok lagi, seperti meramalamkan apa yang akan terjadi untuk
masa depan cinta kami. Aku semakin banyak pekerjaan, Rika pun masih sibuk
dengan pekerjaannya. Berbagai tekanan akan kami rasakan, mulai dari dalam diri
kami sendiri, perasaan bosan, jenuh, rindu yang tak terbalas dan semua rasa
yang tak bisa terungkap. Tekanan dari luar, orang-orang, lingkungan dan semua
hal yang bisa mempengaruhi hubungan kami. Andai aku bisa menikahinya sekarang
juga. Tapi aku yakin, Tuhan punya kejutan yang manis untuk kami berdua.
"sabar sayang,
tinggal 2 tahun lagi...." dan akhirnya kami pun tidur bersama dalam
pelukan hangat yang memanjakan. Selamat malam sayang, Ku pertaruhkan semua
ragaku demi dirimu cinta, biarkan ku menggapaimu, memelukmu memanjakan mu,
tidurlah kau di pelukku-dipulukku di pelukku. Hingga kau mimpikan aku, mimpikan
kita, mimpikan kita.
No comments:
Post a Comment