Saturday, June 9, 2012

Memulai Untuk Berakhir


Tak terasa sudah hari Jum'at dan mulai mendekati ujian akhir semester yang aku tak suka moment itu, kecuali moment setelah ujian, ya libur. Moment setelah ujian memang ditunggu banyak orang, libur panjang yang bakal memberi kesempetan setiap orang untuk lepas dari kepenatan dan sibuk di bangku kuliah dan seabreg aktifitas kampus. Libur ini aku tak bisa pulang, aku harus ikut training di Radio yang telah aku layangkan lamaran. Artinya libur ku yang satu bulan harus disikat habis untuk berjuang memahami tempat kerja ku. Sebagai awal dari perjuangan hidup ku yang memulai mandiri. Aku harus menghadapi segala resiko yang ada.

Jam menunjukan pukul 09.00 WIB, aku bergegas pergi ke radio kampus ku untuk memulai penyiaran hari ini. Sebenarnya tak ada jam siar untuk ku hari ini, hanya saja karena aku yang memegang kunci, harus aku lah yang memulainya. Setibanya disana ternyata sepi sekali, butuh waktu setengah jam untuk bersih-bersih dan beres-beres apa yang terlihat berantakan di Rasida. Hingga hampir datang waktu shalat jum'at, aku masih duduk studio. Hari ini tidak banyak yang datang, mungkin karena ada teman kami yang sakit di kebumen, jadi sebagian datang untuk menjenguk. Akhirnya aku bisa shalat jum'at karena ada kawan yang datang.

Selesai shalat jum'at aku harus bergegas ke Radio Starjogja untuk mengikuti training pengenalan program dan lain-lain yang sangat penting dan harus aku tahu untuk melancarkan kerja ku nanti. Hingga pukul empat sore aku dan teman-teman baru (Moza, Fita dan maya), kami melahap habis semua pengetahuan hari itu diantara faham dan masih ragu-ragu faham. Yah, mungkin memang tidak bisa langsung faham dalam satu hari.

Aku sangat senang bisa diterima untuk melanjutkan training di Starjogja. Tapi ternyata dan memang ada cerita lain dibelakang ini semua. Aku mengalami syndrome kegalauan yang luar biasa. Jangka waktu training adalah tiga bulan, dan itu artinya aku tak bisa pulang untuk menemui seseorang kampungku. Yah kamu tahu sendiri, dia seseorang yang ku cinta. Dia sudah terlalu lama menunggu ku dan kini kita hajrus mengurungkan niat untuk kembali bertemu di hari libur. Memang sudah jadi kebiasaan aku untuk segera pulang saat libur untuk bertemu dia. Sudah cukup lama kami menjalankan LDR dan aku yakin kamu sudah tahu itu (Long Distane Relationship). Butuh banyak dari sekedar sabar untuk menjalankan ini, tapi terkadang ada faktor lain yang menjadi poin ragu dalam hal ini.

Malam ini aku menulis dengan air mata yang tak bisa aku tahan meski aku laki-laki. Aku tak tega untuk mengungkungnya dalam pelukanku dan harus menunggu ku begitu lama. Aku mencintainnya, sangat mencintainnya. Namun ternyata jalannya begitu sulit dan aku tak ingin mengikatnya dengan apapun karena hubungan kami bukanlah ikatan pernikahan. Malam ini kami memtuskan untuk berpisah, membiarkannya menyusun masa depan. Begitupun dengan dia yang dengan berat melepaskan aku. Kami memulai dengan baik-baik, kami jalani dengan baik-baik dan kami akhiri dengan baik-baik pula. Entah apa yang aku rasa malam ini, dia tersenyum saat melepasku menahan tangis dan aku tak bisa seperti dia. Aku lepas menangis selepas-lepasnya. Mengingat berbagai hal yang kami jalani selama ini.

Sungguh aku terbata-bata untuk menulis ini semua, mata ku sudah tak jelas untuk melihat layar leptop ku karena air mata yang jahil menghalangi pandangan ku. Lebih dari dua jam kami mengingat apa yang pernah terjadi bersama keindahan cinta kami. Aku temani tidurnya malam ini yang mungkin tak bisa aku lakukan untuk esok dan esok hari lagi. Berat rasanya, tapi jalan kami mungkin harus seperti ini. Jika dia harus menunggu aku, dia harus sangat lama menunggu dan aku tak tega menyakitinya begitu lama.

Geratisan telpon ku sudah tak ada artinya lagi, untuk siapa. Suara cantik itu tak lagi mendendangkan lagu malam teman tidur ku. Semoga Tuhan menjagamu, dan semoga kita bertemu lagi suatu saat nanti ditempat yang terindah, yang indah, yah benar-benar indah. Entah apa yang akan ku ucapkan esok pagi, semoga malam ini berjalan lambat hingga matahari terlambat untuk datang, agar kami masih bisa merasakan pelukan hangat menjelang tidur ini.

Di ujung telpon masih aku dengar isakan tangis yang berusaha merelakan semua ini, meski dia terus berketa "tenang aa, sudah jangan menangis, ika sayang aa selalu". Hingga ia terlelap tidur aku masih mendengarkan dia  terus berkata cinta untuk ku dan begitu pun dengan aku yang memeluknya erat.

(aku sudah tak bisa menulis lagi,.,,,,,;.dneo;FEUB'VOQIDJOANF/ONEAFGQ;IEHFwrljgrh;rwhago;rnognfdibn;teo;ijg;cgocwja;jorreogoijmwjxewi hgjao;jskkavnakcjsnvkaignra;ighoiajwtorwafnksndskngkwieo;fw;waidnon;g;owh oijwoi;ajmf;jwei;jfjwroign;scnaknuiweh;toihoihrwognfnagkfg;owiejo;iafj;alksdjiognwighatihfbsdfew;mofweijmgjoihtu48t02u4ht8 5h38j[5399t0j2 jt02j0cj04mtu0ct4h93tw[0u2jt 2490ht 200t 02jtwjetojho4gor o;j;wewjajh;kgwrnt;owi4jt4oja3;jt4woijotjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjiiiiiiiiiiii;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiij;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;kddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddd kgkkkkkwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkitwtkaiawoooooooooooooot;oawijnwofd;wo
RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA



AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU

SELAMANYA................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

No comments: