Tak terasa sudah
hari Jum'at dan mulai mendekati ujian akhir semester yang aku tak suka moment
itu, kecuali moment setelah ujian, ya libur. Moment setelah ujian memang
ditunggu banyak orang, libur panjang yang bakal memberi kesempetan setiap orang
untuk lepas dari kepenatan dan sibuk di bangku kuliah dan seabreg aktifitas
kampus. Libur ini aku tak bisa pulang, aku harus ikut training di Radio yang
telah aku layangkan lamaran. Artinya libur ku yang satu bulan harus disikat
habis untuk berjuang memahami tempat kerja ku. Sebagai awal dari perjuangan
hidup ku yang memulai mandiri. Aku harus menghadapi segala resiko yang ada.
Jam menunjukan pukul
09.00 WIB, aku bergegas pergi ke radio kampus ku untuk memulai penyiaran hari
ini. Sebenarnya tak ada jam siar untuk ku hari ini, hanya saja karena aku yang
memegang kunci, harus aku lah yang memulainya. Setibanya disana ternyata sepi
sekali, butuh waktu setengah jam untuk bersih-bersih dan beres-beres apa yang
terlihat berantakan di Rasida. Hingga hampir datang waktu shalat jum'at, aku
masih duduk studio. Hari ini tidak banyak yang datang, mungkin karena ada teman
kami yang sakit di kebumen, jadi sebagian datang untuk menjenguk. Akhirnya aku
bisa shalat jum'at karena ada kawan yang datang.
Selesai shalat
jum'at aku harus bergegas ke Radio Starjogja untuk mengikuti training
pengenalan program dan lain-lain yang sangat penting dan harus aku tahu untuk
melancarkan kerja ku nanti. Hingga pukul empat sore aku dan teman-teman baru
(Moza, Fita dan maya), kami melahap habis semua pengetahuan hari itu diantara
faham dan masih ragu-ragu faham. Yah, mungkin memang tidak bisa langsung faham
dalam satu hari.
Aku sangat senang
bisa diterima untuk melanjutkan training di Starjogja. Tapi ternyata dan memang
ada cerita lain dibelakang ini semua. Aku mengalami syndrome kegalauan yang
luar biasa. Jangka waktu training adalah tiga bulan, dan itu artinya aku tak
bisa pulang untuk menemui seseorang kampungku. Yah kamu tahu sendiri, dia
seseorang yang ku cinta. Dia sudah terlalu lama menunggu ku dan kini kita
hajrus mengurungkan niat untuk kembali bertemu di hari libur. Memang sudah jadi
kebiasaan aku untuk segera pulang saat libur untuk bertemu dia. Sudah cukup
lama kami menjalankan LDR dan aku yakin kamu sudah tahu itu (Long Distane
Relationship). Butuh banyak dari sekedar sabar untuk menjalankan ini, tapi
terkadang ada faktor lain yang menjadi poin ragu dalam hal ini.
Malam ini aku
menulis dengan air mata yang tak bisa aku tahan meski aku laki-laki. Aku tak
tega untuk mengungkungnya dalam pelukanku dan harus menunggu ku begitu lama.
Aku mencintainnya, sangat mencintainnya. Namun ternyata jalannya begitu sulit
dan aku tak ingin mengikatnya dengan apapun karena hubungan kami bukanlah
ikatan pernikahan. Malam ini kami memtuskan untuk berpisah, membiarkannya
menyusun masa depan. Begitupun dengan dia yang dengan berat melepaskan aku.
Kami memulai dengan baik-baik, kami jalani dengan baik-baik dan kami akhiri
dengan baik-baik pula. Entah apa yang aku rasa malam ini, dia tersenyum saat
melepasku menahan tangis dan aku tak bisa seperti dia. Aku lepas menangis
selepas-lepasnya. Mengingat berbagai hal yang kami jalani selama ini.
Sungguh aku
terbata-bata untuk menulis ini semua, mata ku sudah tak jelas untuk melihat
layar leptop ku karena air mata yang jahil menghalangi pandangan ku. Lebih dari
dua jam kami mengingat apa yang pernah terjadi bersama keindahan cinta kami.
Aku temani tidurnya malam ini yang mungkin tak bisa aku lakukan untuk esok dan
esok hari lagi. Berat rasanya, tapi jalan kami mungkin harus seperti ini. Jika
dia harus menunggu aku, dia harus sangat lama menunggu dan aku tak tega
menyakitinya begitu lama.
Geratisan telpon ku
sudah tak ada artinya lagi, untuk siapa. Suara cantik itu tak lagi
mendendangkan lagu malam teman tidur ku. Semoga Tuhan menjagamu, dan semoga
kita bertemu lagi suatu saat nanti ditempat yang terindah, yang indah, yah
benar-benar indah. Entah apa yang akan ku ucapkan esok pagi, semoga malam ini
berjalan lambat hingga matahari terlambat untuk datang, agar kami masih bisa
merasakan pelukan hangat menjelang tidur ini.
Di ujung telpon
masih aku dengar isakan tangis yang berusaha merelakan semua ini, meski dia
terus berketa "tenang aa, sudah jangan menangis, ika sayang aa
selalu". Hingga ia terlelap tidur aku masih mendengarkan dia terus berkata cinta untuk ku dan begitu pun
dengan aku yang memeluknya erat.
(aku sudah tak bisa
menulis
lagi,.,,,,,;.dneo;FEUB'VOQIDJOANF/ONEAFGQ;IEHFwrljgrh;rwhago;rnognfdibn;teo;ijg;cgocwja;jorreogoijmwjxewi
hgjao;jskkavnakcjsnvkaignra;ighoiajwtorwafnksndskngkwieo;fw;waidnon;g;owh
oijwoi;ajmf;jwei;jfjwroign;scnaknuiweh;toihoihrwognfnagkfg;owiejo;iafj;alksdjiognwighatihfbsdfew;mofweijmgjoihtu48t02u4ht8
5h38j[5399t0j2 jt02j0cj04mtu0ct4h93tw[0u2jt 2490ht 200t 02jtwjetojho4gor
o;j;wewjajh;kgwrnt;owi4jt4oja3;jt4woijotjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjiiiiiiiiiiii;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiij;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;kddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddd
kgkkkkkwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkitwtkaiawoooooooooooooot;oawijnwofd;wo
RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
SELAMANYA................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
No comments:
Post a Comment