Thursday, June 7, 2012

Ada Yang Berdering Dan Itu Cantik


Beberapa hari ini ceritanya lebih banyak dan mungkin dominasi oleh dering telp. Panggilan dari sebuah station radio yang aku ceritakan kemarin. Hari sabtu biasanya jadi hari kerja luar kampus yang paling ekstra, namun tak seperti biasanya, aku terbangun setelah beberapa suara mobil anak SD depan kos yang datang terlambat. AAAAAAhhhhh... Tidak.... Dan aku terlambat bangun hampir tiga jam dari biasanya.

Loncat dari kasur (sebenarnya sih gak ada ranjangnya, Cuma biar keliatan keren gitu),  bereskan beberapa kerusakan kamar akibat tidur ku yang tidak tenang. Kamar kos ku lebih bagus jika disibut kapal perang yang baru diserang musuh dari laut dan udara. Sebenarnya arwah ku belum seutuhnya masuk dalam tubuh berbau ini. Setelah selesai dengan urusan beres-beres langsung melarikan diri ke kamar mandi, ambil wudhu dan lanjut ibadah shubuh yang sebenarnya sudah telat (ampuni aku Tuhan). Lebih parahnya ada tugas persiapan siaran yang telat aku siapkan padahal jam siarnya nanti siang. Dengan jurus gigi 6 tanpa kopling aku sudah siap pergi ke kampus untuk mendapatkan akses internet gratis sebagai fasilitas untuk dapat menyusun berbagai tugas dan pekerjaan. Kira-kira butuh waktu dua jam untuk aku menyiapkan berkas siaran lengkap. Sebelum jam 12 siang akhirnya tugas pertama hari ini sudah selesai.

Kalau diingat-ingat tentang menunggu telpon dari station radio yang telah aku ajukan lamaran, rasanya lemas karena sudah dua hari tak ada telp, mungkin tandanya aku harus berhenti berharap terlalu tinggi dan mulai dengan yang baru. Hari ini sebenarnya aku tidak siaran, tadi aku sedang mempersiapkan berkas siaran untuk program yang saat ini menjadi tanggung jawabku dan yang bertugas siaran adalah kawan ku. Untungnya hari ini jam siar tidak utuh sampai dua jam karena ada pemutaran rekaman pidato bungkarno di hari pancasila.

Sambil dengar siaran, aku coba untuk sibuk dengan blog Rasida. Selain dunia radio, aku juga senang dengan blog, web dan apalah itu yang ada di internet. Pokoknya aku suka internet. Sudah sejak awal 2012 aku coba membereskan blog rasida dengan desain yang bagus baik dari segi isi, seni, dan sistem.  Saat itu aku hanya sendiri diruang produksi Rasida FM kau tahu, itu sangat sepi dan sangat mengacaukan kepalaku. Terlebih karena kepalaku yang baru potong rambut masih memikirkan lamaran kerja siaran itu. Sembari beberapa comment untuk facebook yang agak berjamur dan twitter yang lebih sering hanya jadi alibi bahwa aku telah masuk dalam kategori orang dengan kepribadian modern (entah benar atau tidak yah inilah aku).

Seperdetik kemudian ditengah kekalutan dan dehidrasi galau yang mendera, tiba-tiba handphone pinjaman teman yang masih aku pakai ini berdering dengan lantang dan dengan getarannya yang khas seperti goyangan penyanyi dangdut orkes keliling berdering-dering beberapa kali. Aku lihat layar berwarna hijau memperlihatkan sebuah nomor asing tanpa nama. Dari jumlah angka yang tampil aku yakin bahwa itu adalah nomor kantor dan bukan nomer handphone apa lagi nomor rumah. Dari ujung telpon terdengar suara laki-laki dengan bass yang cukup wibawa, pak deni namanya. "mas lukman besok bisa datang ke starjogja untuk wawancara kedua jam 10 ya..." singkat dan pasti. Suara ditelpon itu lah yang menjadi tanda pertanda dari kelanjutan usahaku untuk berkarir di dunia radio komersil. Alhamdulillah...... Segala puji teruntuk Tuhan semesta alam. Kekalutan yang sejak pagi datang dan pergi kini benar0benar pergi dan berganti pemain dengan kesenangan dan rasa tak sabar ingin melakukan wawancara kedua. Terimaksih pula harus aku sampaikan untuk kawan kos ku Prima, yang dengan ikhlas meminjamkan handphonenya dalam kurun waktu yang cukup lama untuk ku pakai karena aku sudah tak punya handphone. Dan dari handphone pinjaman inilah aku bisa mendengarkan apakah aku berlanjut ketahap selanjutnya atau harus gigit jari karena kertas lotre "maaf anda belum beruntung coba lagi".

Sore itu wajah ku yang tadinya ditekuk dengan tekukan berbagai sudut, kini kubuka perlahan dan cerah, bahkan lebih cerah dari sunrise. Awalnya aku menyendiri di ruang produksi dan hanya sibuk dengan blog, kini aku bergabung dan mentertawakan seniorku yang sedang mengadakan lawakan dadakan mungkin lebih ke lenong betawi. Dan bahagialah hari itu. Dipenghujung jam siar radio komunitas tempat ku belajar, kami kaawan-kawan di radio kemudian beranjak pergi dan sengaja bersama-sama untuk menjenguk pimpinan kami yang sedang terbaring lemah disebuah rumah sakit karena kalah perang dengan agen 007 dari negri nyamuk aides aigepti (bener gak yah tulisannya?!)

Sesampainya dirumah sakit kami melihat tubuhnya yang besar dan wibawa terpuruk dalam kasur putih rumah sakit yang tak pernah aku sukai.  Beberapa makanan dan minuman masih tampak belum habis di atas lemari kecil disampingnya. Pimpinan kami namanya Hikmat kamal, biasa dipanggil kamal, kemal, dll yang beberapa aku tak tahu. Dari cerita yang secara perlahan ia ceritakan di atas tempat tidur, ternyata baru gejala Demam Berdarah (DBD) namun yang membuat parah adalah trombosit dalam darahnya menurun drastis hingga harus cepat didorong naik dengan caara apapun. Sebelum sakit, kabarnya mas Kamal masih kerja untuk TVRI dan itu sudah sakit, kalau saya gak ngebayangin, ketika  sakit harus tetap memenuhi kontrak kerja.  Cerita lainnya adalah saat mas kamal diledek suster rumah sakit, "masa badan gede kalah sama nyamuk" dan cerita itu yang embuat rahang semua kawan di radio untuk tertawa.

Sore itu ada yang lain dan mungkin sedikit berbeda dari proses jenguk-menjenguk lain. Sore itu suster menginstriksikan agar pasien mandi dengan air yang telah dipersiapkan, pastinya mandinya tidak dikamar mandi, tapi hanya di lap saja biar agak segaran dikit. Dan apa yang terjadi teman-teman yang mengaku hawa harus keluar dari kamar dan selanjutnya  aku, Jay dan angga teman satu radio, harus memandikan pimpinan kami yang sedang tergolek lemah. Aku menyediakan diri untuk memandikannya dan kamu tahu? Itu adalah pertama kalinya aku memandikan bos plus juga mengusap-ngusap beberapa bagian tubuh dan wajahnya, (semoga tidak kualat).

Dan setelah malam kami pulang ke kos masing-masing. Hari ini aka menjadi hari yang indah, semoga aku tak lupa menuliskannya, walupun sebenarnya tulisan ini baru aku tulis beberapa hari kemudian dengan usaha keras mengingat apa yang terjadi tanpa terlewat satu pun. Setelah mandi dan makan malam, badan yang lelah ini aku baringkan di atas kasur yang sudah lama tak dijemur. Selngkah ambil handphone dan mencari nama dalam kontak "rika" nah ini nama kontak favorit. "halo... Udah tidur belum? A baru pulang ni" dan obrolan pun berlanjut hingga malam sepi tanpa suara sekalipun kecuali motor jail yang masih berkeliaran ditengah malam. Dan aku pun tertidur sembari kuping masih mendengarkan helaan nafasnya di ujung telpon yang selalu menghubungkan kami dan menghancurkan batas jarak setiap harinya.

No comments: