Bangun dari tidur
yang hampa tanpa sedikit pun mimpi terlintas, bahkan aku tak sadar jika tadi
malam aku tidur. Aku hanya merasakan sedang memeluk kekasih ku, kekasih yang
mulai hari ini kita saling membebaskan diri kami masing-masing. Malam kemarin
kami masih saling berpelukan dan pagi ini terasa renggang, dan benar-benar
jauh. Meski begitu, kami masih saling memberi kabar dan perhatian yang biasa
kami lakukan setiap pagi. Dan kami pun masih saling memanggil masing-masing
dari kami dengan sebutan "sayang". Sebenarnya agak rancu untuk kamus
perputusan pacaran, tapi tak apalah, kami ceritanya juga bukan putus, hanya
kondisi yang harus membuat kami berpisah, semoga hanya untuk sementara.
Hari sabtu masih ada
pekerjaan yang belum dikerjakan dan harus segera dikejar. Sejak tadi pagi
"sayang ku" masih memberikan pesan singkat bernada memberi semangat,
dan aku pun bersemangat secara otomatis. Di rasida (radio komunitasku),
gara-gara aku bilang pada satu orang akhirnya menyebar hingga kerana publik
group facebook dan hampir semua publik crew radio komunitas ku itu tahu akan
keputusan ku untuk menjadi single. Beberapa lagu galau sengaja diputar untukku,
hari ini seperti hari berkabung untuk hubungan cintaku yang kandas karena
keadaan.
Sebenarnya ada
cerita tentang kekesalan seseorang teman dan begitu juga aku, tapi tak usah
lah, kasihan, yang di omongin masih kanak-kanak,takut nangis. Intinya aku dan
beberapa teman lain tidak menyukai orang beratitude jelek. Semoga ada perubahan
kedepannya. Setiap kata harus memiliki maksud dan tujuan yang jelas. Setiap
ucapan yang terlontar harus secara bijaksana dipilih dan mengerti bahwa ucapan
itu akan nyaman didengar dan tidak mengganggu perasaan orang lain. Dan itulah
yang terkadang tidak dimiliki orang yang kami maksud.
Sore hari aku pulang
untuk mandi, makan dan ganti baju untuk selanjutnya berangkat training ke
Starjogja, dan lagi-lagi spedahku agak sedikit cemberut, bannya sedikit lembek
dan tak bertenaga saat dikayuh. Dengan
perhatian yang cukup, akhirnya masalah sepedah tak ada lagi cemberut diraut
stang depannya (romantis banget sama sepedah). Sebenarnya training bagianku
mulainya jam 21.00 WIB, tapi sejak dulu aku memiliki totality terhadap apa yag
ingin aku raih, jadi lebih awal satu jam tak apalah. Sesampainya disana,
ternyata ada mbak Erza Supomo yang lagi nangkring selesai siaran, dan akhirnya
kami nongkrong diangkringan sebelum nunggu jam bagian ku. Kami juga sempat
memperbincangkan teman kami yang sungguh entah dari mana sering datang dan
menjengkelkan yang tadi aku ceritakan.
Oh iya, ada yang
ketiggalan ternyata waktu berangkat, dijalan aku senagaja mampir kesebuah toko
alat tulis dan sengaja membeli buku tulis file and docomunet. Sebenarnya buku
itu lebih mirip buku diary, tapi agak sedikit keren, cocok lah untuk
menggambarkan kepribadianku sebagai lelaki sederhana tapi punya
"Test". Warna bukunya didominasi putih cream dan ada huruf
"m" dengan ukuran yang besar dan berwarna merah. Dibawahnya ada
tulisan "memory" mungkin maksudnya buku itu adalah untuk menyimpan
sesuatu yang menjadi fungsi memory, tapi beberapa saat sebelum aku membelinya
akusedikit berpikir apakah jika aku membeli buku bertuliskan "memory
" ini bakal menjadikan aku tercap menjadi lelaki yang kekurangan memory
diotaknya hingga harus membeli memory tambahan. Dan sedetik kemudian, aku sadar
bahwa itu adalah pemikiran yang dangkal dan sangat terpengaruh oleh film
fantasi. Harga buku itu Rp. 13.000 dan tidak ada diskon (dasar mata diskon).
Dan ada bonus ilmu pengetahuan di cover buku tulis itu. Aku baru tahu bahwa
definisi memory itu adalah "the ability of the mind to remember".
Memulai training
dengan memahami folderisasi dan relay Radio NHK Jepang. Semoga aku bisa
memahami semua. Ada banyak tombol dan istilah, gak asing sih hanya saja harus
sering menggunakan peralatan-peralatan dan sistem yang berbeda dengan di radio
komunitas ku. Pendamping pertamaku harusnya ada mas Andri Isworo tapi ternyata
diganti sama mas Marles Tomasowa. Nah itu tadi adalah nama-nama palsu yang
emang sengaja dibuat untuk siaran dan katanya biar menjual gitu. Dan itulah
contoh nama-nama penyiar radio. Awalnya aku sudah punya nama siar tapi ko jadi
gak pede dengan nama ku aduh aduh aduh. Banyak diskusi di training itu aku juga
banyak tanya dan mas Marles dengan senang hati melayani berbagai pertanyaan ku
yang hampir tidak berhenti dalam frekwensi yang cukup cepat. Training berakhir
pukul 12 malam.
Sambil training
sambil minum air, hari ini aku juga ingin menceritakan perasaan ku dihari
pertama menjomblo. Walaupun kami masih berhubungan dengan sms dan masih saling
memanggil dengan sebutan "sayang", tapi ada rasa yang berbeda dari
hari-hari saat aku masih bersamanya. Mungkin lagu yang tepat untuk malam itu
adalah D'Bagindas - Tak Seindah Malam Kemarin. Sejak sore tadi dia memintaku
agar pas pulang nanti aku harus kirim sms dan memberi tahu kalau aku sudah
pulang dari training.
Semoga semua
baik-baik sayang,..........
No comments:
Post a Comment