Sunday, June 10, 2012

Hari Pertama Tanpa Dirimu yang Utuh


Bangun dari tidur yang hampa tanpa sedikit pun mimpi terlintas, bahkan aku tak sadar jika tadi malam aku tidur. Aku hanya merasakan sedang memeluk kekasih ku, kekasih yang mulai hari ini kita saling membebaskan diri kami masing-masing. Malam kemarin kami masih saling berpelukan dan pagi ini terasa renggang, dan benar-benar jauh. Meski begitu, kami masih saling memberi kabar dan perhatian yang biasa kami lakukan setiap pagi. Dan kami pun masih saling memanggil masing-masing dari kami dengan sebutan "sayang". Sebenarnya agak rancu untuk kamus perputusan pacaran, tapi tak apalah, kami ceritanya juga bukan putus, hanya kondisi yang harus membuat kami berpisah, semoga hanya untuk sementara.

Hari sabtu masih ada pekerjaan yang belum dikerjakan dan harus segera dikejar. Sejak tadi pagi "sayang ku" masih memberikan pesan singkat bernada memberi semangat, dan aku pun bersemangat secara otomatis. Di rasida (radio komunitasku), gara-gara aku bilang pada satu orang akhirnya menyebar hingga kerana publik group facebook dan hampir semua publik crew radio komunitas ku itu tahu akan keputusan ku untuk menjadi single. Beberapa lagu galau sengaja diputar untukku, hari ini seperti hari berkabung untuk hubungan cintaku yang kandas karena keadaan.

Sebenarnya ada cerita tentang kekesalan seseorang teman dan begitu juga aku, tapi tak usah lah, kasihan, yang di omongin masih kanak-kanak,takut nangis. Intinya aku dan beberapa teman lain tidak menyukai orang beratitude jelek. Semoga ada perubahan kedepannya. Setiap kata harus memiliki maksud dan tujuan yang jelas. Setiap ucapan yang terlontar harus secara bijaksana dipilih dan mengerti bahwa ucapan itu akan nyaman didengar dan tidak mengganggu perasaan orang lain. Dan itulah yang terkadang tidak dimiliki orang yang kami maksud.

Sore hari aku pulang untuk mandi, makan dan ganti baju untuk selanjutnya berangkat training ke Starjogja, dan lagi-lagi spedahku agak sedikit cemberut, bannya sedikit lembek dan tak bertenaga saat dikayuh.  Dengan perhatian yang cukup, akhirnya masalah sepedah tak ada lagi cemberut diraut stang depannya (romantis banget sama sepedah). Sebenarnya training bagianku mulainya jam 21.00 WIB, tapi sejak dulu aku memiliki totality terhadap apa yag ingin aku raih, jadi lebih awal satu jam tak apalah. Sesampainya disana, ternyata ada mbak Erza Supomo yang lagi nangkring selesai siaran, dan akhirnya kami nongkrong diangkringan sebelum nunggu jam bagian ku. Kami juga sempat memperbincangkan teman kami yang sungguh entah dari mana sering datang dan menjengkelkan yang tadi aku ceritakan.

Oh iya, ada yang ketiggalan ternyata waktu berangkat, dijalan aku senagaja mampir kesebuah toko alat tulis dan sengaja membeli buku tulis file and docomunet. Sebenarnya buku itu lebih mirip buku diary, tapi agak sedikit keren, cocok lah untuk menggambarkan kepribadianku sebagai lelaki sederhana tapi punya "Test". Warna bukunya didominasi putih cream dan ada huruf "m" dengan ukuran yang besar dan berwarna merah. Dibawahnya ada tulisan "memory" mungkin maksudnya buku itu adalah untuk menyimpan sesuatu yang menjadi fungsi memory, tapi beberapa saat sebelum aku membelinya akusedikit berpikir apakah jika aku membeli buku bertuliskan "memory " ini bakal menjadikan aku tercap menjadi lelaki yang kekurangan memory diotaknya hingga harus membeli memory tambahan. Dan sedetik kemudian, aku sadar bahwa itu adalah pemikiran yang dangkal dan sangat terpengaruh oleh film fantasi. Harga buku itu Rp. 13.000 dan tidak ada diskon (dasar mata diskon). Dan ada bonus ilmu pengetahuan di cover buku tulis itu. Aku baru tahu bahwa definisi memory itu adalah "the ability of the mind to remember".

Memulai training dengan memahami folderisasi dan relay Radio NHK Jepang. Semoga aku bisa memahami semua. Ada banyak tombol dan istilah, gak asing sih hanya saja harus sering menggunakan peralatan-peralatan dan sistem yang berbeda dengan di radio komunitas ku. Pendamping pertamaku harusnya ada mas Andri Isworo tapi ternyata diganti sama mas Marles Tomasowa. Nah itu tadi adalah nama-nama palsu yang emang sengaja dibuat untuk siaran dan katanya biar menjual gitu. Dan itulah contoh nama-nama penyiar radio. Awalnya aku sudah punya nama siar tapi ko jadi gak pede dengan nama ku aduh aduh aduh. Banyak diskusi di training itu aku juga banyak tanya dan mas Marles dengan senang hati melayani berbagai pertanyaan ku yang hampir tidak berhenti dalam frekwensi yang cukup cepat. Training berakhir pukul 12 malam.

Sambil training sambil minum air, hari ini aku juga ingin menceritakan perasaan ku dihari pertama menjomblo. Walaupun kami masih berhubungan dengan sms dan masih saling memanggil dengan sebutan "sayang", tapi ada rasa yang berbeda dari hari-hari saat aku masih bersamanya. Mungkin lagu yang tepat untuk malam itu adalah D'Bagindas - Tak Seindah Malam Kemarin. Sejak sore tadi dia memintaku agar pas pulang nanti aku harus kirim sms dan memberi tahu kalau aku sudah pulang dari training.

Semoga semua baik-baik sayang,..........

No comments: