Tuesday, November 8, 2011

Hobi Ku Tak di Dukung Dompet Ku

Sudah hampir satu bulan saya gak posting blog ini, yah secara jujur lagi tak ada uang disaku yang khusus saya anggarkan untuk ke warnet. Kalo  misalkan setiiap hari aku update osting artinya setiap hari juga ke warnet dan sudah pasti diakhir bulan saya tak bisa makan hahaha... maklum mahasiswa rantau.

Sebenarnya, saya pengen bikin blog ini jadi bentuk diary besar yang tiap hari bisa udate cerita. Akhirnya dompet saya yang punya kuasa untuk menghetikan hobi saya yang sederhana ini. Ekonomi emang jadi hal penting disetiap kehidupan manusia dan sekarang saya tahu kenapa sampai ada banyak ahli ekonomi, ternyata bikin mumet.

Saya perah bertanya pada seorang teman kenapa di Indonesia banyak ahli ekonomi? dan teman saya menjawab dengan polosnya, "sebenarnya Indonesia masih kekurangan ahli ekonomi, harus diperbanyak lagi fakultas ekonomi. Sampai sekarang Indonesia masih miskin itu karena ahlinya masih sedikit, coba lihat sapi, makin bayak makan rumput makin banyak juga susunya" ujarnya sambil makan gorengan. saya harap Anda tahu apa yang ada di kepala saya saat mendengar jawaban itu. Jelasnya tanda tanya besar lebih besar dari dosa saya kayanya heheheh.

Sekali masuk warnet, saya gak bisa cuman pakai 1 jam saja walaupun saya ngefans banget sama filmnya satu jam saja. minimal dua setengah jam itu wajib, dan kocek yang saya keluarkan pun paling minim berkisar 6-7 ribu. dan jika kita hitung perbandingan dengan nasi sayur harga tiga ribu, itu bisa dua kali jatah makan. Sangat merugikan. Sebenarnya hobi blogging itu bukan hobi mahal. Tapi bagi saya terasa berat karena gak ada laptop. Coba kalo ada laptop saya bisa online gratisan di kampus dan update blog sesuka hati.

Ada cerita miris lainnya, saat saya pergi ke gedung pusat IT-nya kampus. Saya melihat banyak mahasiswa dan mahasiswa yag diganti dengan "i" aliyas mahasiswi berjejer gak karuan dengan kabel charger laptop yag sama kacaunya. anda pasti tahu mereka sedang apa. barisan dri puluhan mahasiswa dan mahaswi yang sedang memanfaatkan fasilitas free wifi, walau sebenarnya itu dari uang kuliah mahasiswa juga, tapi saya bingung kenapa mereka bilag gratis. Dan dari deretan pemegang laptop murah maupun mahal ada beberapa orang yang hanya bisa melongo memelototi temannya yang sedang onlie, anda juga pasti tahu kalau salah satunya adlah saya.
Saya termasuk orang dari sekian mahasiswa yag hanya tersenyum miris saat kawa sedang onlie dengan laptopnnya. Seorang kawan pernah berkata, kalau sebenernya laptop itu bukan barang yag special, jadi dia menyuruh saya utuk tidak memelototinya seperti peliharaan lapar. Terlalu sadis sebenarnya jika disebut seperti itu. Laptop bagi saya masih sebuah barang mewah, walaupu sebenarnya saya sudah bisa membeliya sayang aa keperluan lain yang lebih layak untuk diperhatikan. Dan hanya ada kata saba dalam hati ini sebagai pemanis puisi kehidupan.

Sempat juga status facebook saya mendapat kecaman dari beberapa teman. begini statusnya "ya allah lukman pengen laptop, satu ajah, tapi yang bagus". Sebuah ungkapan do'a yang saya pikir tak terlalu berlebihan. Dan inilah comment yang masuk "sini, saya kasih laptop, uangnya nyari dulu sendiri" dari orang tak di kenal. "wah men,, men,,, jangan kaya orang susah dong" ini tetangga kos saya yang bilagn. dan ini yang buat saya lebih tenang dan yakin akan kebaikan Tuhan adalah, "saya Tuhan, saya akan beri kamu laptop, tapi satu syaratnya, dompet kamu harus penuh dengan uang 100ribuan.... hahahaha". yah memang terkesan kontropersial tapi ini lebih baik dari tidak sama sekali, itu tadi dari teman yag selalu bercanda dengan Tuhannya.

To Be Continue,.,.,.,.,.,.

No comments: