Monday, October 22, 2012

Booom, dan Semua Serba tak Terduga


Lukman & AIRPLAYBAND
Hari dimana semua orang memulai dengan berbagai ekspresi wajah. Senin, Monday, Isnan, hari dimana semua orang dihadapkan pada garis start mingguan untuk menjadi lebih baik di akhir pekan. Jelasnya hari ini aku pun berusaha mengawali minggu ini dengan baik, walaupun sarapan hanya dengan 3 buah gorengan saja, karena uang ku saat ini hanya tinggal Rp. 1500,- saja. Syukur Alhamdulillah aku masih bisa sarapan, setidaknya perut ini tidak terlalu berisik seperti hari biasa.

Pagi-pagi hari senin terburu-buru karena belum  print tugas statistik, mana harus berwarna, jadinya aku keluarkan uang kepingan logam yang berserakan di botol bekas minuman. Setelah dihitung ternyata cukup. Urusan Statistik itu urusan ngitung, entah dari mana judulnya aku masih agak kurang bersahabat dengan yang namanya matematika. Sebenarnya sengaja aku tidak masuk jurusan yang berhubungan dengan alama atau ilmu pasti, agar aku bisa terhindar dari matematika, tapi ternyata kenyataannya serba tak terduga. Harus ikhlas bertemu lagi dengan hitung-hitungan dan rumus yang dulu pernah membuatku menangis di depan kelas sewaktu SD.

Di kelas benar-benar terlihat sibuk, beberapa mata teman ku bahkan hampir tak berkedip agar tidak kelewatan penjelasan dosen statistik. Dan aku harus maju beberapa baris dari posisi duduk sempurnaku di belakang untuk lebih faham hitung-hitungan yang membuat konsleting kepala ini. Jauh di pojok kelas ternyata masih ada yg bisa tidur ditengah suasana sibuk angka ini. Entah siapa yang tertidurm yg pasti itu tidak bagus untuk masa depan nilainya di kelas statistik.

Aku lebih suka praktik langsung didepan layar komputer karena itulah hobi ku. Dan ternyata nampak lebih mudah saat rumus dimasukan dalam aplikasi spss, dan ini jauh dari dugaan ku yang harus kembali hitung-hitungan dengan kertas dan pensil yang patah karena tegang tida bisa mengerjakan soal. Kelas usai semua senang.

Ini hal yang paling sulit, cari makan yang harganya 1500, ah nasib - nasib. Setelah membeli gorengan 3 biji, aku standby di Radio kampus, yah kali aja ada kawan-kawan yang lagi ultah dan bawa makanan, oh ternyata tidak ada. Ada beberapa teori salah yang mungkin bisa diterapkan saat bokek dan gak punya uang. Pertama kalau lagi bokek bagusnya diem aja, dan yang kedua mungkin dengan mengerjakan tugas-tuugas kuliah bisa memperkecil volume suara perut yang meraung-raung.

Emang yah, Allah itu gak bakal biarin umatnya menderita, disaat aku meratapi hidup ini yang penuh dengan lika-liku (padahal Cuma laper doang). Akhirnya Allah menjawab doaku dengan suara dering telp dari ayah ku,,,, dan semua berubah saat ayahku bilang, "a, bapak udah kirim uang, gak apa-apa yah dikit juga, entar kalau ada rizki lagi di tambahin", begitu katanya. Yeeeeaaaaaaah aku tenang karena malam ini aku tidak harus mengganjal perut dengan air putih.

Beberapa aktifitas siang terkadang terlalu menjemukan dan akhirnya tugas-tugas yang sudah ketinggalan deadline juga masih aku kerjakan, yah hitungannya sih mau belajar aja, tumben kan namanya LUKMAN SOLIHIN ini sengaja belajar, biasanya karena insidental aja. Dua jam lebih kira-kira aku mengerjakan berbagai hal yang di komandokan oleh dosen, untungnya semuanya dikerjakan secara online jadi yah, cukup mudah, walaupun sebenarnya dari segi kuantitas mungkin hanya pada tingkat 65%.

Ada yang berbeda dari hari biasanya saat aku kerja, kalau biasanya bawakan acara musik Indonesia Terbaru, sori ini aku hanya jadi kuncen RELAY salah satu TV lokal di jogjakarta yang ikut disiarkan di Radio tempat aku bekerja. Senang? Yah, tergantung, sebenarnya aku lebih suka live siara, karena buat aku itu akan menambah jam terbang dan meningkatkan kualitas siaran ku, tapi tak apa lah itung-itung pengalaman baru dari segi teknis keradioan. Gara-gara jadi kuncen aku jadi tahu bagaimana system relay bekerja, dan bagaimana redaksi bekerja dibelakannya, serta aku jadi tahu, oh jadi begini kenapa waktu idul fitri siarannya sama semua (shalat ied).

Hal tak terduga lain adalah, setelah menjadi kuncen relay, aku harus talkshow dengan salah satu band pendatang baru, sebenarnya gak baru banget sih kalo sebenarnya. Airplay nama bandnya, dan hal yang benar-benar tak terduga adalah, mereka gokil, bahkan lebih gokil dari penyiarnya. Aku masih beruntung, ditengah-tengah talkshow dan candaan yang gak berhenti-berhenti plus dengan jingkrakan mereka yang hampir nendang meja siaran, pada akhirnya aku dapat kaos. LUMAYAN....dan tentunya dengan foto bareng.

Hari yang sangat melelahkan, tapi tak akan menjadi melelahkan saat ciuman sang istri mendarat di kening dan pipiku.... (aaaaaah jadi pengen cepet nikah). Good night every one....

No comments: