Beberapa hari
lagi-lagi aku lalai untuk menuliskan diari. Catatan hari-hari kemarin jadi
harus di rangkum deh. Dasar yang namanya malas lagi bertamu. Pusing dengan
berbagai pekerjaan dan ujian akhir semester yang menumpuk dan banyak. Hari ini
aku akan mulai siaran on air di starjogja, yah masih di dampingi, tapi ini akan
menjadi moment yang laur biasa. semoga
berhasil sore nanti.
Ada cerita tenang
teman-teman di starjogja yang mulai akrab dan bercanda kesana kemari. Ada
cerita tentang dia yang semakin dekat mesra dan romantis dengan ku walau secara
statuta kamu telah putus. Ada juga erita tentang aku yang lagi bokek dan
semakin sengsara dengan keadaan perut kosong. Dan cerita yang terakhir itu
membuatku sadar bahwa kebijaksanaan akan didapat setelah seseorang melalui
banyak hal. Beberapa hari ini
aku harus berada di bawah garis normal hidupku yang biasanya. Aku juga tak
ingin orang tua mengetahui apa yang aku alami saat ini di perantauan. Aku tak ingin membuat mereka sedih dan susah
lagi.
Aku baru tahu bahwa
hidup, harus selalu diresapi detik-demi detiknya agar kita bisa menghargainya.
Cerita tentang teman-teman kerja yang semakin akrab membuatku lebih tenang
menghadapi kesusahan saat ini. Ada mbak widi yang mulai sering bertanya tentang
apa yang aku ketahui, bahkan tentang ciri-ciri orang homo, dan aku jawab
sepengalamanku dan ilmu yang ku dapat dari teman yang memiliki statuta homo dan
ia juga mengakuinya. Ada mas dadang yang selalu gokil dengan ulahnya di meja
kerjanya. Yang aku suka itu ada mas Boby
yang nampak serius namun tetap easy going dalam kerjanya. Mas Dadang, nah yang
ini pak bos, tapi seru ko, aku nya aja yang masih canggung. Teman-teman penyiar
wah banyak, tapi seru ko mereka, Cuma mbak Yola dan Mas Anang yang belum pernah
ngobrol langsung.
Dan beberapa hari
ini, ada ceria juga tentang aku dan dia (cia kayak lagu). Walaupun statuta
putus sudah lebih dari seminggu, tapi kami malah semakin mesra dan bahkan
saling merindukan jauh dan lebih tinggi dari biasanya, merasa special dengan
satu sama lain. Aku semakin mencintaimu, bahkan lebih dari biasanya. Malam tadi
juga dia bilang kalau dia tak pernah bisa berhenti mencintaiku, meski
komunikasi kami tak seintens dulu, tapi sekali telpon kami bisa meluapkan semua
rasa rindu dalam jenis apapun.
Masalah ujian,
hahaha, entah, aku tak begitu ingin membahasnya, karena aku merasa biasa saja
dalam menghadapinya, meski terkadang harus makan hati dengan banyaknya materi
yang tak ku fahami saat ini. Lebih pasti sekarang aku lagi fokus dengan perut
ku yang tidak lagi tepat waktu dalam mendapatkan asupan nutrisi. Aku harus
putar otak untuk cari uang, dan cari makan, dan semoga hari ini aku dapat
makan, saat menulis ini, perut ku sedang berpesta pora.
No comments:
Post a Comment