Beberapa
hari lalu banyak yang saya lalui. Mulai dari kegelisahan karena uang di dompet
sudah tak mencukupi untuk kebutuhan hingga akhir bulan Mei ini, sampai
merasakan detak jantung yang berdegub mencapai 9,5 SR saat menanti telpon dari
kantor Radio Starjogja walaupun itu agak berlebihan. Kira-kira satu minggu yang
lalu saya masih ingat saat mempersiapkan rekaman suara untuk sampel yang akan
dikirim sebagai persyaratan menjadi penyiar Starjogja. Saya pun tak sadar kalau
waktu itu, saya menghabiskan hampir 7 jam berkali-kali saya take vokal untuk mencari suara emas atau
perak mungkin, yah intinya mencari suara terbaik saya.
Perasaan
terdahsyat yang saya rasakan adalah saat pertamakalinya saya melayangkan surat
lamaran kesebuah stasiun radio. Ada feel tersendiri,
lebih dari itu saya merasa begitu pasarah pada Allah. Ditengah suhu udara yang
siang itu cukup panas, saya mengayus sepedah hitam yang saya beli dengan
menyicil rupiah demi rupiah. dan sesampainya didepan kantor stasiun radio
tersebut seorang laki-laki tinggi besar berkata "maaf mas, didalam sedang
ada acara nanti setelah jam 12 boleh kembali lagi kesini", kira-kira
begitu yang saya ingat dari bapak bertubuh kekar itu. Setelah jam 12 siang
seperti yang dikatakan bapak berbadan tegap tadi, saya datag kembali dengan
satu berkas lamaran kerja yang sudah berbalut doa dan harapan.
Satu
hari kemudian saya didatangi seorang kakak perempuan di radio kampus tempat
saya biasa beraktifitas, dan dia berkata sore itu "Man,,, cd rekaman suara
mu gak bisa dibuka, suruh perbaikin secepatnya" yah kira-kira seperti itu,
nampaknya ingatan saya tak sekuat badan saya. malamnya saya langsung kirimkan
lagi remkaman suara saya yang baru.
Hari
berganti hari, seperti biasa aktifitas harian tetap saya lakukan. kampus untuk
sekedar mejenguk pak sigit yang setia duduk di meja loby dan melayani
pertanyaan para mahasiswa dan dosen tentang sesuatu. Saya sempat berpikir
tentang persamaan pak Sigit dan Search
Anggine terbesar yang bernama google. setelah menemani paksigit
berbincang sebentar, koran kompas yang dipajang diloby pun saya nikmati
paragraf demi paragraf suguhan informasi nasional dan internasional dan rubrik
yang saya suka, "Tokoh", saya berharap suatu saat nanti saya juga
bisa menjadi tokoh yang diberitakan (tidak jika saya penjahat kelas kakap).
Suatu
malam yang sunyi, walaupun sebenarnya tidak, dan ini hanya untuk hyperbolic
saja. Malam tepatnya pukul 18.46 WIB sebuah telpon dari nomor kantor saya
angkat dan terdengar suara perempuan dengan has nada perempuan "halo,
selamat malam, ini dengan mas Lukman? saya Widi dari Starjogja mas besok jam 12
siang bisa datang ke studio kami untuk tes tulis dan tes vokal?" itulah
perkataan telpon terkait pekerjaan nyata pertama saya (waw dalam hati).
Tes
tulis berlangsung singkat 45 menit mungkin kurang beberpa pertanyaan saya bisa
mengerti dan sisanya saya jawab dengan percaya diri entah apa itu benar atau
salah. dan yang membuat saya jatuh saat itu adalah barisan kata berita
berbahasa inggris yang saya harus baca saat tes vokal (ehm,., mantap). Sedikit
berpikir tentang beberapa kata dan bagaimana cara bacanya, akhirnya saya
menemukan satu solusi dari semua masalah ini. Saya jadi teringat film The Kings
Of Speak (saya harap judul dan penulisannnya benar), film saya ini saya suka
karena berkaitan dengan teknik vikal dan keberanian berbicara didepan publik.
Hitungan satu dua tiga saya mulai tes vokal siaran dan membaca berita berbahasa
inggris yang saya usaha mengakrabkan diri dengan dia (semoga malam nanti bisa
berkencan dengan si berita berbahasa inggris), dengan percaya diri saya membaca
barisan kata asing itu dengan gaya baca tokoh utama di film tadi. Usai tes
vokal saya merasa menggahkan diri dengan usaha cerdik yang sebenarnya adalah
lobang tikus dari solusi ketidak bisaan saya dalam berbahasa inggris yang baik
dan benar.
Berlanjut
kemalam hari semua yang tadi siang terjadi akan saya refresh untuk saya kenang suatu
hari nanti. saat perbincangan romantis dengan kekasih yang berada 654 km
jauhnya sedang menujuk tingkat yang lebih romantis lagi, tiba-tiba buyar oleh
panggilan masuk dari nomor kantor "maf sayang, saya harus angkat
panggilan penting dulu" dan beralih ke line telp yang lain. "halo
selamat malam" dan ternyata bukan perempuan melainkan laki-laki (ooooh
sedikit kecawa) " betul dengan mas lukman, ini dari starjogja besok jam 11
siang ada tes wawancara" dan saya masuk tahap selanjutnya (hore......
semua bersorak walaupun hanya saya).
Wawancara
kerja pertama saya berjalan sangat lancar (menurut saya). beberapa pertanyaan
musik, radio, dan kesiapan pribadi. Malam nya saya kembali menanti telpon dari
nomor kantor dan saya sekarang tidak lagi berharap yang menelpon adalah
perempuan. hingga saya tertidur telpon akhirnya tak kunjung berdering. Sampai
saat ini saya masih menunggu. Berharap ada Happy
Ending di akhir cerita ini.
No comments:
Post a Comment