Friday, June 1, 2012

Melamar Sicantik "Kerja"

Beberapa hari lalu banyak yang saya lalui. Mulai dari kegelisahan karena uang di dompet sudah tak mencukupi untuk kebutuhan hingga akhir bulan Mei ini, sampai merasakan detak jantung yang berdegub mencapai 9,5 SR saat menanti telpon dari kantor Radio Starjogja walaupun itu agak berlebihan. Kira-kira satu minggu yang lalu saya masih ingat saat mempersiapkan rekaman suara untuk sampel yang akan dikirim sebagai persyaratan menjadi penyiar Starjogja. Saya pun tak sadar kalau waktu itu, saya menghabiskan hampir 7 jam berkali-kali saya take vokal untuk mencari suara emas atau perak mungkin, yah intinya mencari suara terbaik saya.

Perasaan terdahsyat yang saya rasakan adalah saat pertamakalinya saya melayangkan surat lamaran kesebuah stasiun radio. Ada feel tersendiri, lebih dari itu saya merasa begitu pasarah pada Allah. Ditengah suhu udara yang siang itu cukup panas, saya mengayus sepedah hitam yang saya beli dengan menyicil rupiah demi rupiah. dan sesampainya didepan kantor stasiun radio tersebut seorang laki-laki tinggi besar berkata "maaf mas, didalam sedang ada acara nanti setelah jam 12 boleh kembali lagi kesini", kira-kira begitu yang saya ingat dari bapak bertubuh kekar itu. Setelah jam 12 siang seperti yang dikatakan bapak berbadan tegap tadi, saya datag kembali dengan satu berkas lamaran kerja yang sudah berbalut doa dan harapan.

Satu hari kemudian saya didatangi seorang kakak perempuan di radio kampus tempat saya biasa beraktifitas, dan dia berkata sore itu "Man,,, cd rekaman suara mu gak bisa dibuka, suruh perbaikin secepatnya" yah kira-kira seperti itu, nampaknya ingatan saya tak sekuat badan saya. malamnya saya langsung kirimkan lagi remkaman suara saya yang baru.

Hari berganti hari, seperti biasa aktifitas harian tetap saya lakukan. kampus untuk sekedar mejenguk pak sigit yang setia duduk di meja loby dan melayani pertanyaan para mahasiswa dan dosen tentang sesuatu. Saya sempat berpikir tentang persamaan pak Sigit dan Search Anggine terbesar yang bernama google. setelah menemani paksigit berbincang sebentar, koran kompas yang dipajang diloby pun saya nikmati paragraf demi paragraf suguhan informasi nasional dan internasional dan rubrik yang saya suka, "Tokoh", saya berharap suatu saat nanti saya juga bisa menjadi tokoh yang diberitakan (tidak jika saya penjahat kelas kakap).

Suatu malam yang sunyi, walaupun sebenarnya tidak, dan ini hanya untuk hyperbolic saja. Malam tepatnya pukul 18.46 WIB sebuah telpon dari nomor kantor saya angkat dan terdengar suara perempuan dengan has nada perempuan "halo, selamat malam, ini dengan mas Lukman? saya Widi dari Starjogja mas besok jam 12 siang bisa datang ke studio kami untuk tes tulis dan tes vokal?" itulah perkataan telpon terkait pekerjaan nyata pertama saya (waw dalam hati).

Tes tulis berlangsung singkat 45 menit mungkin kurang beberpa pertanyaan saya bisa mengerti dan sisanya saya jawab dengan percaya diri entah apa itu benar atau salah. dan yang membuat saya jatuh saat itu adalah barisan kata berita berbahasa inggris yang saya harus baca saat tes vokal (ehm,., mantap). Sedikit berpikir tentang beberapa kata dan bagaimana cara bacanya, akhirnya saya menemukan satu solusi dari semua masalah ini. Saya jadi teringat film The Kings Of Speak (saya harap judul dan penulisannnya benar), film saya ini saya suka karena berkaitan dengan teknik vikal dan keberanian berbicara didepan publik. Hitungan satu dua tiga saya mulai tes vokal siaran dan membaca berita berbahasa inggris yang saya usaha mengakrabkan diri dengan dia (semoga malam nanti bisa berkencan dengan si berita berbahasa inggris), dengan percaya diri saya membaca barisan kata asing itu dengan gaya baca tokoh utama di film tadi. Usai tes vokal saya merasa menggahkan diri dengan usaha cerdik yang sebenarnya adalah lobang tikus dari solusi ketidak bisaan saya dalam berbahasa inggris yang baik dan benar.

Berlanjut kemalam hari semua yang tadi siang terjadi akan saya refresh  untuk saya kenang suatu hari nanti. saat perbincangan romantis dengan kekasih yang berada 654 km jauhnya sedang menujuk tingkat yang lebih romantis lagi, tiba-tiba buyar oleh  panggilan masuk dari nomor kantor "maf sayang, saya harus angkat panggilan penting dulu" dan beralih ke line telp yang lain. "halo selamat malam" dan ternyata bukan perempuan melainkan laki-laki (ooooh sedikit kecawa) " betul dengan mas lukman, ini dari starjogja besok jam 11 siang ada tes wawancara" dan saya masuk tahap selanjutnya (hore...... semua bersorak walaupun hanya saya).

Wawancara kerja pertama saya berjalan sangat lancar (menurut saya). beberapa pertanyaan musik, radio, dan kesiapan pribadi. Malam nya saya kembali menanti telpon dari nomor kantor dan saya sekarang tidak lagi berharap yang menelpon adalah perempuan. hingga saya tertidur telpon akhirnya tak kunjung berdering. Sampai saat ini saya masih menunggu. Berharap ada Happy Ending di akhir cerita ini.

No comments: